Rapat Wali Murid Kelas 9 SMP Ibnu Syina Cileungsi Bahas Strategi Sukses TKA dan Rencana Kegiatan Akhir Tahun

“Kita tidak bisa menyerahkan sepenuhnya pendidikan dan pengawasan anak kepada pihak sekolah. Orang tua harus mengawasi penggunaan media sosial, pergaulan, dan kebiasaan anak di rumah. Jangan sampai anak bermain hingga larut malam atau terpengaruh hal-hal negatif,”

SMP Ibnu Syina Cileungsi

Cileungsi — Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan proses penerimaan peserta didik baru tingkat SMA/SMK, SMP Ibnu Syina Cileungsi menggelar rapat wali murid kelas 9 yang berlangsung dengan penuh antusias di Aula SMP Ibnu Syina pada hari Sabtu, 14 Februari 2026.

Rapat tersebut dihadiri oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Ibnu Syina, Bapak Tri Aryanto, S.Pd serta Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ibnu Syina, Ibu Hj. Idoh Riadoh, S.Pd.I yang menyampaikan berbagai informasi penting terkait kesiapan akademik siswa, jalur masuk sekolah negeri, peran orang tua, hingga rencana kegiatan akhir tahun.

Try Out dan Pemotretan Buku Tahunan

Dalam pemaparannya, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum menjelaskan bahwa siswa kelas 9 telah selesai melaksanakan try out TKA sebagai bagian dari strategi pemetaan kemampuan.


“Try out ini bukan sekadar latihan, tetapi bagian dari evaluasi untuk melihat kesiapan anak-anak kita dalam menghadapi TKA. Dari hasil tersebut, guru dapat memberikan pendampingan yang lebih terarah agar siswa siap menghadapi TKA yang sesungguhnya,” ujarnya.

Selain try out, siswa kelas 9 juga telah mengikuti kegiatan pemotretan buku tahunan di CGE Avenue Cimanggis, Depok sebagai dokumentasi perjalanan mereka selama tiga tahun menempuh pendidikan di SMP Ibnu Syina Cileungsi.

TKA Jadi Salah Satu Penentu Masuk SMA Negeri

Ketua Yayasan dalam sambutannya menekankan pentingnya pelaksanaan TKA sebagai bagian dari kebijakan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan, khususnya dalam aspek literasi dan numerasi.

“Minat baca dan kemampuan numerasi anak-anak kita masih menjadi tantangan bersama. Karena itu, TKA hadir sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” jelasnya.

Beliau juga menegaskan bahwa sertifikat TKA memiliki bobot penting dalam proses seleksi masuk sekolah negeri.

“Seberapa pintar pun anak kita, sertifikat TKA tetap akan ditanyakan. Komposisinya bisa mencapai 50 persen dalam proses seleksi. Maka dari itu, mari kita dukung anak-anak kita untuk mengikuti TKA dengan sungguh-sungguh dan penuh keyakinan,” tegas Ketua Yayasan.

Jalur Masuk Sekolah Negeri: Orang Tua Diminta Cermat

Dalam sesi sosialisasi, Bapak Tri Aryanto memaparkan tiga jalur utama masuk sekolah negeri:

  1. Jalur Afirmasi
  2. Jalur Domisili (Zonasi sesuai kecamatan)
  3. Jalur Prestasi

Ia mengingatkan agar orang tua memahami aturan zonasi dengan baik, karena pendaftaran harus sesuai wilayah kecamatan.

Sedangkan dalam menanggapi pertanyaan wali murid mengenai strategi memilih sekolah, pihak sekolah menyarankan agar tetap mendaftarkan anak ke sekolah swasta sebagai pilihan kedua sejak gelombang pertama.

“Pendaftaran sekolah negeri biasanya dibuka mendekati tahun ajaran baru. Agar lebih aman, sebaiknya orang tua juga mendaftarkan anak ke sekolah swasta lebih awal supaya mendapatkan biaya gelombang pertama yang relatif lebih ringan,” jelasnya.


Peran Orang Tua Sangat Krusial

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Yayasan juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak di rumah.

“Kita tidak bisa menyerahkan sepenuhnya pendidikan dan pengawasan anak kepada pihak sekolah. Orang tua harus mengawasi penggunaan media sosial, pergaulan, dan kebiasaan anak di rumah. Jangan sampai anak bermain hingga larut malam atau terpengaruh hal-hal negatif,” pesannya.

Ia juga menambahkan bahwa keyakinan orang tua terhadap pilihan sekolah anak juga akan memengaruhi kesiapan mental siswa.

“Kalau dari awal sudah ragu, maka anak pun akan ikut ragu. Kita harus optimis dan menyiapkan dua pilihan terbaik,” tambahnya.

Validasi Data dan Administrasi TKA

Pihak sekolah juga mengimbau wali murid untuk memastikan penulisan nama siswa sudah sesuai dokumen resmi. Hal ini penting untuk menghindari kesalahan pada sertifikat TKA.

Apabila ditemukan kekeliruan, orang tua diminta segera mengonfirmasi ke bagian Tata Usaha.

Rencana Ziarah dan Rihlah Kelas 9

Sebagai penutup masa belajar, siswa kelas 9 telah melakukan voting untuk menentukan destinasi ziarah dan rihlah. Tiga lokasi yang terpilih antara lain Cirebon, Yogyakarta, dan Gunung Bromo, Malang.

Kegiatan ini direncanakan sebagai momen kebersamaan, pengalaman spiritual, serta kenangan indah sebelum siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Orang tua diimbau mulai mencicil pembiayaan agar tidak terasa berat menjelang pelaksanaan.

Fasilitas Sekolah Semakin Lengkap


Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan juga menyampaikan kabar baik bahwa proses pembangunan gedung baru SMP Ibnu Syina telah selesai. Dengan fasilitas yang semakin lengkap, SMP Ibnu Syina Cileungsi terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan pembinaan karakter siswa.

Menyambut Ramadan dengan Kebersamaan

Menutup acara, pihak sekolah menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam pelayanan maupun komunikasi kepada wali murid. Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, seluruh civitas akademika mengharapkan keberkahan dan kolaborasi yang lebih kuat antara sekolah dan wali murid sehingga setiap kegiatan yang diselenggarakan di SMP Ibnu Syina dapat berjalan dengan lancar.

Rapat wali murid ini menjadi bukti bahwa sinergi antara sekolah dan orang tua adalah kunci keberhasilan siswa dalam meraih masa depan gemilang.

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT